Alhamdulillahi Robbil ‘Alamiin Setelah menunggu lebih dari 1 tahun pernikahan kami akhirnya pada hari hari Kamis, 21 Desember 2006 atau 30 Zulkaidah 1427 H Pukul 13.35 WIB bertempat di RSUD Pekalongan putra pertamaku terlahir ke dunia ini dengan keadaan selamat…

M. Filza Ali Yagzan
Tangisannya yang keras membahana ke dunia yang baru baginya membuat semua orang yang berada di dekatnya berbahagia tak terkecuali ibu dan kakek nenekku yang sangat kucintai. Walaupun pada saat kelahirannya saya tidak bisa mendampinginya karena tugas pekerjaan di Yogyakarta, tapi aku tetap bersyukur karena anakku lahir dengan proses yang lancar dan selamat.
Raut muka orang-orang terdekatku langsung bergembira dan berbahagia setelah mengetahui putra pertamaku terlahir secara normal dan selamat, demikian juga istri, ayah, ibu serta saudara-saudaraku walaupun terlihat sangat lelah tapi semuanya hilang setelah mengetahui diriku terlahir dengan selamat.
Semua orang memanjat puji syukur kehadirat Allah SWT, tuhan maha esa yang telah memberikan kenikmatan kepada keluarga kami. Karena aku sebagai ayah belum dapat datang, setelah kelahirannya Ayahku (kakek Filza) segera mengumandangkan azan ke telingaku agar di kemudian hari aku selalu ingat suara seruan untuk beribadah.
Beberapa saat aku oleh tenaga media diletakkan di atas perut ibunya, walaupun belum dapat mengungkapkan tetapi aku merasakan kebahagiaan ibuku. Ibu sangat bahagia begiu mendengat tangisanku yang cukup nyaring. Setelah beberapa saat aku langsung disusui.
Setelah beberapa hari di rumah Ibu Bapak, AKu mulai sibuk mencari nama yang tepat untuk anakku. Aku dan istriku selalu berdiskusi dan mencoba memberikan nama yang indah penuh makna dan akan membanggakan dirinya kelakā¦
Setelah beberapa hari di rumah kakek-nenek, ayah mulai sibuk mencari nama yang tepat untukku. Ayah dan ibu selalu berdiskusi dan mencoba memberikan nama yang indah penuh makna dan akan membanggakan diriku kelak. Melalui perjuangan yang keras dan berbekal pengetahuan ayahku dalam mencari sumber nama yang baik, indah dan Islami, akhirnya Ayah memutuskan nama untukku yaitu : M. Filza Ali Yaghzan yang berarti Belahan jiwa (Ayahku = Ali) yang selalu waspada.
Saya sangat bahagia mendengar nama ini walaupun aku belum tahu nama itu apa, nama yang baik itu apa, indah, Islami? Tapi aku sangat yakin dengan ayahku yang mempunyai latar pendidikan yang tinggi, ilmu agama yang cukup kuat sehingga dapat memberikan nama yang indah buatku.
Ayah segera memberitahu kepada seluruh anggota keluarga apakah setuju dengan nama yang diberikan oleh ayah, dan Alhamdulillah semuanya setuju dan memberikan keputusan kepada ayah untuk memberikan nama kepadaku. Ayahku juga bukan orang yang egois, beliau tetap meminta pertimbangan dari Nenek dan Pakde di Kedungwuni, dan menanyakan tentang nama ini.





August 27, 2009 at 2:47 am
Assalamu’alaikum Pak Ali….
perkenalkan,…ini anak didik barumu…^_^
(maaf kalau kurang sopan)