UNY Universitas Negeri Yogyakarta


UNY atau Universitas Negeri Yogyakarta merupakan salah satu Universitas mantan IKIP Negeri di Indonesia yang sekarang beralih visi menjadi lembaga pendidikan umum. Namun ciri khas IKIP Negeri yang konsen pada dunia pendidikan tidak lepas dari wajah baru UNY.

Dunia pendidikan di Indonesia dewasa ini tengah disorot oleh banyak pihak, berbagai opini, pendapat, kritik, saran bahkan cemoohan bertubi-tubi dikemukakan baik di surat kabar, televisi, majalah, internet, radio, seminar bahkan warga sipil pun tidak ketinggalan mengikuti perkembangan dunia pendidikan.

UNY sebagai salah satu lembaga pendidikan juga tidak luput dari masalah ini. Visi, Misi, Program kerja, dan segala aktivitas dilakukan untuk satu kata “meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia”.

Sebenarnya bagaimana sih kualitas pendidikan di Indonesia? Pada jaman saya kuliah di tahun 1994 – an, banyak terlihat mahasiswa dari kawasan asia terutama Malaysia, Brunei, Thailand, Arab, India, Pakistan, Sri langka, Vietnam, Laos dan negara-negara asia yang masih berkembang lainnya yang menuntut ilmu di Indonesia. Hal ini dapat dilihat di beberapa Perguruan Tinggi yang sudah mempunyai nama seperti UGM, ITB, UI, ITS, IPB, Unair, USU, Unhas, Undip, Unsoed, UMS, Unibraw dan beberapa perguruan tinggi lainnya. Tidak ketinggalan juga IKIP Yogya, Semarang, Bandung, Jakarta dan IKIP-IKIP lainnya di Indonesia.

Akan tetapi kondisi ini sekarang mulai jarang terlihat, malah sebaliknya justru mahasiswa kita yang kuliah di Universitas luar negeri di Asia seperti Malaysia, Thailand, SIngapura, Korea, India, dan negara-negara Asia lainnya.  Bahkan bukan cuma mahasiswa akan tetapi dosen pun juga mengikuti tren ini.

Apakah dunia pendidikan tinggi di Indonesia sudah menurun kualitasnya? atau memang karena suasan di Indonesia sudah tidak kondusif lagi bagi mahasiswa Asia untuk menimba ilmu di sini? Atau ketakutan mereka akan kondisi politik tanah air yang setelah Mr. Soeharto masih belum menemukan irama yang harmonis? Ato memang sarana dan prasarana dunia pendidikan kita sudah opsolete sehingga tidak menarik lagi? Ato memang guru dan dosennya belum kompeten? Ato karena kesejahteraan guru dan dosen masih rendah sehingga perlu kerja di luar?

Apapun penyebabnya perlu mendapat pengkajian bersama dan bagaimana solusi terhadap pendidikan Indonesia. UNY sebagai Universitas yang bercirikan pendidikan mempunyai tangggung jawab terhadap permasalahan kualitas pendidikan. Berbagai aktivitas telah dilakukan mulai dari pengajaran, penelitian, pengabdian Masyarakat serta kegiatan penunjang seperti pengembangan staf, seminar, pelatihan, pengembangan metode pengajaran, pengembangan e-learning, pengembangan media pembelajaran, pengembangan bahan ajar, sarana dan prasarana serta sosialisasi kepada mahasiswa dosen dan masyarakat.

Pendidikan adalah masa depan suatu bangsa, masa depan bangsa ditentukan dari pendidikan warga negaranya namun sayang perhatian pemerintah terhadap pendidikan kurang serius dan terkesan asal-asalan. Banyak program yang hanya menghabiskan dana tetapi manfaatnya sangat kurang. Bayangkan saja seorang dosen dan guru yang sudah mengajar masih diminta mengikuti uji kompetensi. Berarti guru dan dosen sekarang ini belum layak untuk mengajar karena belum bersertifikat. Ini merupakan wujud ketidakpercayaan pemerintah terhadap dunia pendidikan yang dibangunnya sendiri. Kebijakan tunjangan profesional guru dan dosen hanyalah salah satu kebijakan yang dipaksakan. Orang belum kompeten kok disuruh ngajar harusnya mereka dilatih, diberi semangat dan ditingkatkan kemampuannya agar kompeten, disediakan sarana dan prasarana yang layak.

Semoga tulisan ini menjadi suatu renungan bersama

About muhal

Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FT UNY

Posted on February 22, 2007, in Tutorial. Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. Sayang IKIP berubah jadi UNY tapi kok masih mempertahankan kependidikan dan tidak mengembangkan ilmu murni…

  2. uny maju terus!!

  3. uny maju terus pantang mundur.
    tingkatkan kualitas pendidikan Indonesia
    nasib negeri ini ada di tanganmu
    CHAYOOO!!!!!!!!!!!!!!!!

  4. Mengapa mesti harus ganti nama Universitas, toh ciri khas kependidikannya tetap dipertahankan, alangkah lebih baiknya buka aja jurusan tertentu pada fakultas tertentu misalnya DIII Politeknik (untuk FPTK) atau konsultan konseling (untuk FIP) karena mengikuti tuntutan dan kemajuan zaman. Untuk IKIP tetap aja eksis toh kita semua perlu guru, semua lembaga baik negeri maupun swasta memerlukan tenaga kependidikan. kesannya ganti nama seperti “mengekor” pada IKIP Sanata Dharma !

  5. ari setyo widayanto, S.Pd.

    salam semua, bagi teman-teman alumni angkatan 94 seni rupa, kapan kita bisa kumpul dan tukar informasi ? reuni yuk ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: