Mobile Agent (Aglets) Berbasis Java


Perkembangan teknologi perangkat keras komputer yang begitu pesat telah mengubah paradigma pengembangan software agar mampu berjalan dalam berbagai platform sistem operasi. Sistem berbasis web merupakan salah satu aplikasi komputer yang membutuhkan kompatilitas yang tinggi sehingga komputer dengan teknologi hardware dan software yang berbeda dapat berkomunikasi dengan baik. Java merupakan salah satu bahasa pemrograman yang mampu berjalan di berbagai macam platform komputer. Bahasa Java selain telah merubah halaman web menjadi dinamis, juga menawarkan berbagai kemampuan khusus dalam sistem distribusi, yang menyokong pengembangan sistem mobile agent.

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan apa itu software mobile agent, apa kelebihannya dan bagaimana cara mengimplementasikannya dalam bahasa pemrograman Java.

Hasil pengembangan software agent dengan java menunjukkan bahwa software mobile agent dapat dikembangkan dan diimplementasikan dengan bahasa pemprograman Java. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mobile agent dapat bekerja dengan baik yang mampu berjalan dalam jaringan berbasis web yang mampu beroperasi dalam sistem operasi yang berbeda.

I. Pendahuluan

Agen merupakan suatu teknologi baru dalam dunia rekayasa software. Kemampuan agen yang otonom, personal, mobile dan mampu bekerja sama secara terus menerus membuat para pengembang software memanfaatkan teknologi ini untuk aplikasi yang mempunyai lingkungan yang memiliki jenis informasi yang beragam dan tersebar di banyak lokasi (Lange, 1998).


II. Software Agent

Untuk memahami konsep agen dengan lebih jelas perlu diketahui definisi agen. Ada beberapa definisi agen menurut para ahli. Pendefinisian ini didasarkan pada kebutuhan dan kepentingan dalam implementasinya. Berikut ini beberapa definisi agen menurut para ahli :


Graesser
(Graesser dalam Jeaning, 1998) mengemukakan

An autonomous agent is sistem situated within and part of environment that senses that environment and acts on it, over time, in pursuit of its own agenda and so as to effect what it senses in the future.

Sycara, Jennings, and Wooldridge

Agent is a computer sistem, situated in some environment, that is capable of flexible autonomus action, in order to meet design objectives. (a Roadmap of Agent Research and Development).

Shoham (Shoham dalam Jeaning 1998)

Agent as an entity whose state is viewed as consisting of mental components such as beliefs, capabilities, choices and commitments. Furthermore he states that, what makes any hardware or software component an agent is precisely the fact that one has chosen to analyze and control it in these terms, thus it is in the mind of the programmer.

Pakar lain mendefinisikan agen (Jeaning, et al, 1998) :

Autonomous acting, domain-oriented reasoning (Sankar Virdhagriswaran, Crystaliz, Inc.), sensors and actors to the environment (Russell and Norvig, 1995), analysing the environment, have goals and tasks, act to reach goals (Maes, 1995), interpretation of dynamic conditions in the environment, problem solving, reasoning (Hayes-Roth, 1995). Agent technology builds on the object-oriented paradigm (Baker 1998). Agents are the logical next step of objects having own goals and autonomy. From this perspective agents are the objects that can say ‘go’ (Parunak 1998). Agent software are programs that interact with software environment such as operating sistems, internet site, information databases, other agents etc in order to achieve certain goals (Heilmann et al. 1995)

Dari penjelasan di atas dapat ditarik suatu definisi agen yang merupakan rangkuman dari beberapa definisi yang telah dikembangkan para pakar agen. Definisi agen yang akan dipakai dalam penelitian ini yaitu dapat dilihat dalam dua perspektif, yaitu perspektif user dan perspektif sistem. Dalam perspektif user agen merupakan sebuah software yang bertindak selaku perantara/agen atau broker bagi user yang memungkinkan user untuk mendelegasikan tugas kepadanya serta melakukan pekerjaan seperti yang diperintahkannya. Sedangkan dalam perspektif sistem, agen dapat mengenali lingkungan kerjanya dan memiliki sifat-sifat keagenan. Sifat-sifat yang harus dimiliki agen adalah sebagai berikut (Lange, 1998) :

1. Menyatu dengan lingkungannya

2. Memiliki sifat-sifat yang dimandatkan antara lain:

  • Reactive – dapat merasakan perubahan pada lingkungannya dan bertindak sesuai dengan perubahan lingkungan tersebut.
  • Autonomousmemiliki sistem kontrol terhadap tindakannya sendiri.
  • Goal-driven – bersifat pro-active untuk mencapai tujuan
  • Temporally continuous dapat melanjutkan proses eksekusi di tempat lain.

3. Memiliki salah satu atau lebih sifat-sifat berikut

  • Communicativedapat berkomunikasi dengan agen lain
  • Mobile – dapat berpindah dari satu host ke host lain
  • Learning – beradaptasi sesuai dengan pengalaman sebelumnya
  • Believable – dapat dipercaya pada tingkat end-user, agen tidak akan merusak data user.

III. Mobile Agent

Mobile agent ialah agen yang mempunyai kemampuan berpindah-pindah dalam jaringan (contohnya pada jaringan World Wide Web), berinteraksi dengan host-host asing, mengumpulkan informasi berdasarkan pengguna, dan mengembalikannya ke pengirim setelah melakukan tugasnya. Mobile agent ini diimplementasikan oleh remote program. Hal-hal yang berkenaan dengan pemrograman remote juga dapat diterapkan pada mobile agent seperti :

  • Penamaan Program – memberikan nama kepada agen untuk membedakannya dengan agen yang lain.
  • Autentifikasi program – autentifikasi implementor dari program agen.
  • Migrasi Program – memindahkan program dari satu mesin ke mesin lainnya.
  • Keamanan Program – memastikan program tidak merusak mesin pengeksekusinya.

Salah satu contoh mobile agent ialah agen monitoring data stok dan penjualan yaitu agen yang secara mandiri bertugas untuk memonitor perubahan data, melaporkan kepada pengirimnya jika terjadi perubahan data pada basis data yang dimonitor. Agen monitoring sangat berguna bagi sistem yang mengalami perubahan secara dinamis, dimana perubahan data tersebut mempunyai pengaruh yang besar pada sistem secara keseluruhan. Dalam implementasinya agen jenis ini dapat menggunakan protokol HTTP (Hypertext Transfer Protocol) maupun ATP (Aglets Transfer Protocol) untuk mengakses informasi di dalam basis data yang terhubung dalam jaringan web. Sedangkan untuk mengakses ke basis data dapat digunakan KQML atau bahasa komunikasi agen lainnya untuk komunikasi antar agen.

III.1. Keuntungan Mobile Agent

Dibandingkan dengan teknologi agen statis, mobile agent mempunyai beberapa keuntungan yaitu :

1. Mengurangi Beban Jaringan.

Pada sistem yang terdistribusi komunikasi antar bagian sistem sangat tergantung pada protokol komunikasi yang melibatkan banyak interaksi untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Hal ini menyebabkan, trafic jaringan tinggi. Dengan mobile agent dapat dimungkinkan untuk mengemas suatu aplikasi, mengirimkannya ke host tujuan dan kemudian interaksi dapat terjadi secara lokal.

Gambar 2.14. Mobile Agent mengurangi trafik jaringan

2. Efisiensi sumber daya.

Konsumsi sumber daya (CPU dan memori) dapat dihemat, sebab mobile agent bekerja sesuai dengan tugas yang diberikan yaitu pada satu node pada satu waktu. Node yang lain tidak menjalankan agen sampai node tersebut memerlukannya.

3. Menanggulangi latency jaringan.

Sistem real-time yang kritis perlu tanggap terhadap perubahan lingkungannya secara real-time. Keterlambatan tanggapan yang diakibatkan oleh masalah jaringan harus dihindari. Mobile agent menawarkan suatu pemecahan dengan mengirimkan agen ke tujuan dan dieksekusi secara lokal.

4. Eksekusi secara Asynchronous dan Autonomous.

Untuk menjaga koneksi dengan sistem lainnya diperlukan sarana komunikasi yang baik. Sayangnya dalam kenyataan seringkali banyak ditemukan jaringan yang mahal dan mudah putus, sehingga untuk mempertahankan koneksivitas menjadi tidak feasible, baik secara ekonomis maupun teknis. Dengan mobile agent hal ini dapat diminimasi karena mobile agent mampu bekerja secara mandiri dan dapat beroperasi secara asynchronous dan autonomous.. Gambar 2.5 menunjukan urutan peristiwa tersebut.

Gambar 2.15. eksekusi agen secara asyncronous & autonomous

5. Adaptasi secara dinamis.

Mobile agent dapat mendeteksi adanya perubahan di lingkungannya dan dapat bereaksi secara autonomous melakukan perubahan.

6. Andal dan Toleran terhadap Kesalahan.

Kemampuan mobile agent untuk beraksi secara dinamis pada situasi dan keadaan yang tak menguntungkan menjadikan mobile agent mudah untuk membuat sistem terdistribusi yang andal dan toleran terhadap kesalahan.

7. Multiplatform.

Dalam komputasi berbasis web sangat dimungkinkan penggunaan berbagai sistem yang berbeda baik pada sisi hardware maupun software. Mobile agent tidak tergantung pada komputer dan jaringan, tetapi hanya tergantung pada lingkungannya. Sebagai contoh, mobile agent Java dapat ditujukan ke segala sistem yang mempunyai JVM (Java Virtual Machine) dan dapat beroperasi pada berbagai sistem operasi.

III.2 Sistem Multi Agen

Lange (1998) menjelaskan sistem multi agent dapat didefinisikan sebagai kumpulan jaringan agen yang mempunyai tugas khusus yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk memecahkan masalah global melalui bagian-bagian otonomi sistem. Karakteristik dari sistem multi agent menurut Lange (1998) adalah sebagai berikut :

· Setiap agen mempunyai tugas khusus untuk memecahkan masalah di bagian masing-masing, dan daya pandang yang terbatas.

· Tidak ada sistem kontrol global.

· Data terdistribusi pada masing-masing bagian.

Sistem ini secara tradisional mempunyai keunggulan pada bidang pemecahan masalah secara konkuren dan terdistribusi, dan juga memiliki keunggulan dalam pola-pola interaksi yang canggih. Tipe-tipe interaksi pada sistem multi agen ialah sebagi berikut (Parunak, 1998) :

· Cooperation (bekerja sama menuju satu tujuan yang sama).

· Coordination (mengorganisasikan aktivitas pemecahan masalah sehingga dapat bersama-sama mencapai tujuan).

· Negotiation (mencapai suatu kesepakatan yang dapat diterima berbagai pihak yang terlibat).

Sistem multi agent memperluas cakupan agen cerdas setidak-tidaknya dalam dua bagian yaitu :

· Agen user mendelegasikan tugasnya kepada agen lain dalam mencapai tujuannya

· Agen didesain secara eksplisit untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan agen lainnya.

Salah satu aplikasi yang menarik dari sistem multi agen ini ialah dalam sistem monitoring data stok dan penjualan karena data stok dan penjualan di tiap distributor mempunyai sifat yang dinamis dimana perubahan datanya sangat cepat. Sistem agen ini dapat membantu perusahaan manufaktur untuk memonitor secara simultan dan real time kondisi stok dan penjualan di masing-masing distributor yang memasarkan produknya.

III. Perancangan Sistem Mobile Agent

Sistem mobile agent yang akan dibangun adalah agent untuk melakukan monitoring dan updating data stok di sebuah distributor dalam jaringan berbasis web. Secara lengkap sistem yang akan dibangun pada penelitian ini dapat dijelaskan seperti pada gambar 1. Masing-masing komputer mempunyai tugas fungsi sebagai berikut :

  • *Web server
  • *Server basis data
  • *Klien

Gambar 1. Rancangan sistem

Secara blok diagram, perancangan sistem terdiri dari 3 blok utama, yaitu sisi klien atau client side, sisi server atau server side dan remote side. Sisi klien berupa internet browser yang dapat mengakses suatu web server. Sisi server terdiri dari web server dan aglet server. Sedang remote side berupa server basis data. Detail mengenai sub blok ini akan dijelaskan pada sub berikutnya. Secara lengkap blok diagram sistem dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 2. Diagram blok arsitektur sistem

Arsitektur sistem yang dikembangkan pada penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut.

· Aglet server, merupakan rumah agen atau tempat hidup agen dimana agen dibuat, bekerja dan bertukar informasi dengan agen lainnya.

· Apache merupakan HTTP server yang mampu menangani permintaan browser untuk menampilkan halaman web baik dalam format html maupun php.

· MySQL merupakan basis data server yang berada di web server tempat penyimpanan data yang bisa diakses user menggunakan web browser.

· Web browser merupakan interface bagi user sekaligus access point ke dalam sistem.

III.1. Analisis Berorientasi Objek (Object Oriented Analysis OOA)

Analisis dimaksudkan untuk melihat dan mendeskripsikan kebutuhan-kebutuhan sistem dan membuat suatu model yang menentukan kelas-kelas dalam sistem. Proses analisis sistem dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekatan berbasis objek untuk menggambarkan keadaan sistem. Analisis sistem dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

· Identifikasi aktor

· Pengembangan uses case

· Pengembangan diagram interaksi

· Pengembangan kelas

III.1.1. Identifikasi Aktor

Aktor adalah seseorang atau sesuatu yang berinteraksi dengan sistem, atau dengan kata lain siapa atau apa yang menggunakan sistem (Booch et. al., 1998). Dalam interaksinya dengan sistem, aktor melakukan interaksi berupa mengirim ataupun menerima informasi dari sistem. Dari penjelasan ini dapat dikatakan bahwa aktor dapat bersifat aktif dengan melakukan inisiasi use case atau dapat juga bersifat pasif yang tidak menginisiasi use case.

Aktor-aktor dalam sistem yang dikembangkan adalah sebagai berikut :

* Perusahaan Manufaktur

Aktor dalam Perusahaan manufaktur adalah manajer produksi. Manajer produksi dapat melimpahkan tugasnya kepada AgenPengawas dan PengawasMobile untuk melakukan monitoring stok di masing-masing distributor.

* Distributor

Aktor dalam distributor adalah manajer pemasaran yang bertugas untuk mengaktifkan Aglets Server agar komunikasi antara Perusahaan manufaktur dan distributor dapat berjalan dengan baik.

* Pengguna

Pelanggan menginisiai use case dengan melakukan transaksi pembelian ke distributor melalui internet.

G.2. Pengembangan Use Case

Setelah ditentukan aktor, selanjutnya dideskripsikan bagaimana interaksi mereka dengan elemen sistem lainnya. Masing-masing aktor perlu dideskripsikan tugas dan fungsinya dalam sistem. Dalam pengembangan use case pada penelitian ini terdapat 3 macam pengembangan yaitu monitoring, updating, dan transaksi on-line.

Monitoring

  • Admin sistem pemantau Masuk ke dalam sistem
  • Mengaktifkan tahiti server
  • Mengcreate agent AgenPengawas
  • Melakukan pengaturan tugas Agen PengawasMobile
  • Menentukan host tujuan
  • Melakukan pengaturan parameter
  • Mengirim agent Agen PengawasMobile ke host tujuan
  • Agen PengawasMobile Memonitor data di komputer tujuan
  • Agen PengawasMobile melaporkan setiap terjadi perubahan basis data di basis data server yang dimonitor
  • Agen PengawasMobile mengcreate Agen Messanger
  • Agen Messanger melaporkan perubahan data ke Agen Pengawas di server perusahaan manufaktur
  • Agen Pengawas mencatat data yang berubah
  • Agen Pengawas melakukan update basis data di server komputer pemantau

Updating

  • Admin Komputer Pemantau Mengaktifkan program web browser
  • Masuk ke menu updating
  • Login ke sistem
  • Masuk ke menu pencarian dengan agen
  • Melakukan pencarian data dengan mesin pencari
  • Mesin pencari mencari data update terbaru
  • Admin Komputer Pemantau melakukan update basis data di server perusahaan manufaktur

Transaksi Penjualan on-line di Distributor

  • User mengaktifkan program web browser
  • Masuk ke alamat URL server tujuan (distributor)
  • Login untuk verifikasi
  • Masuk ke menu katalok produk yang disediakan
  • Memilih produk yang ingin dibeli
  • Melakukan pembayaran via kartu kredit
  • Sistem melakukan verifikasi kartu kredit
  • Menjalankan transaksi
  • Melaporkan kepada pelanggan perihal waktu pengiriman

G.3. Diagram Interaksi

Dalam sistem berorienstasi objek, objek-objek dalam sistem saling berkomunikasi dengan mengirimkan pesan atau message. Interaksi dan komunikasi diantara objek-objek dalam sistem ini merupakan perilaku sistem dinamis. Aspek-aspek dinamis ini dalam UML dimodelkan dengan diagram interaksi (Booch et. at, 1998). Diagram interaksi menunjukkan interaksi yang mengandung sekumpulan objek dan hubungannya, mencakup pesan-pesan atau message yang dikirim diantara objek. Dalam UML interaksi ini dapat digambarkan melalui sequence diagram dan collaboration diagram. Dalam penelitian ini akan digunakan diagram kolaborasi yang menekankan pada struktur organisasi objek-objek yang berperan dalam interaksi.

Gambar 3. Diagram kolaborasi sistem

Gambar 5. Diagram kolaborasi transaksi on-line

IV. Implementasi Prototipe Sistem

Implementasi rancangan pada sistem ini secara nyata tidak dapat dilakukan secara langsung oleh karena itu dilakukan verifikasi dengan pengujian prototipe sistem yang dibangun. Pengujian dilakukan untuk melihat apakah rancangan sistem dan prototipe yang dibangun telah bekerja sesuai dengan yang diiginkan.

Untuk mensimulasikan perubahan stok dan penjualan di masing-masing distributor akan dilakukan dengan transaksi pembelian secara on-line di salah satu distributor. Pembelian on-line diimplementasikan dengan script PHP yang akan melakukan proses penjualan ke pelanggan. Setiap kali terjadi transaksi maka posisi stok dan penjualan di distributor akan berubah, perubahan inilah yang akan direkam oleh Agen PengawasMobile dan akan dilaporkan kepada AgenPengawas di perusahaan manufaktur. Selanjutnya perusahaan manufaktur dapat melakukan updating datanya sehingga basis data di perusahaan manufaktur akan selalu sama dengan data di distributor.

Gambar 6. PengawasMobile melaporkan adanya perubahan data di Distributor

I. Kesimpulan

Penelitian ini memberikan beberapa kesimpulan sebagai berikut :

  1. Integrasi antara perusahaan manufaktur, pemasok dan distributor yang tergabung dalam supply chain dapat dilakukan dengan sistem informasi berbasis agen web.
  2. Agen yang dibangun pada penelitian ini bersifat otonom yang ditunjukkan dengan kemampuan bekerja secara mandiri, agen bersifat reaktif yang mampu merespon perubahan lingkungannya, agen juga dapat dijalankan di berbagai platform sistem operasi (Windows, Linux, San Solaris).
  3. Sistem informasi berbasis agen web yang dikembangkan pada penelitian ini dapat mengatasi masalah pengendalian yang meliputi monitoring, updating dan prediksi stok produk dan penjualan di masing-masing distributor secara simultan dan real time.
  4. Perubahan stok dan penjualan yang terjadi di masing-masing distributor dapat secara langsung diketahui oleh perusahaan manufaktur melalui agen PengawasMobile yang bekerja secara real time, di jaringan web.
  5. Monitoring stok dan penjualan produk di beberapa distributor secara simultan dan real time sangat membantu perusahaan dalam menentukan kebutuhan produk yang akan diproduksi dan juga bermanfaat untuk menentukan pemesanan material sehingga dapat meminimasi inventori baik material maupun produk akhir.

J. Daftar Pustaka

1. Ali, M., (2004),. Perancangan Infra Struktur Sistem Informasi Untuk Pengendalian Stok dan Penjualan Secara Simultan dan Real Time Berbasis Mobile Agent pada Supply Chain, Tesis S2 Teknik dan Manajemen Industri, ITB, Bandung.

2. Au, K.F., Ho, D.C.K., (2002), “Electronic Commerce and Supply Chain Management Value Adding service for Clothing Manufacturing”, Emerald Integrated Manufacturing Systems

3. Bethworth, D., Bailey, J.E., (1987), “Integrated Production Control Systems : Management, Analysis, Design, John Willey & Sons, Newyork.

4. Booch, G., Rumbaugh, J., Jacobson, I., (1998), “The Unified Modelling Language User Guide”), Addison-Wesley, Massachusetts.

5. Chen, I. J., Paulraj, A., (2004), “Towards a theory of supply chain management : the constructs and measurements”, Journal of Operations Managemen 22 (2004) 119 – 150.

6. Elsayed, E. A, Boucher, T.O., (1985), “ Analysis and Control of Production System”, Prentice Hall International Inc., Englewood Cliffs.

7. Gunasekaran, A, (1998) “Agile Manufacturing : Enabled and Implementation Framework”, International Journal Production Vol 36.

8. Hadeli, (2001), “Prototipe Sistem Manufaktur Berbasis Web pada Bengkel Permesinan dengan Mesin Vertikal Machining Center Tunggal”, Tesis S2 Teknik dan Manajemen Industri, ITB, Bandung.

9. Hisyam, M, Samadhi, A., (2001), “Perancangan Sistem Pendukung Keputusan untuk Order Respon pada Extended Enterprise“, Prosiding Seminar Nasional Sistem Produksi V, Bandung.

10. Huang, G.Q, Mak, K.L, (2001), “Issues in the Development and Implementation of Web Application for Product Design and Manufacture” International Journal of Computer Integrated Manufacturing, 14(1), 125-135.

11. Jagdev, H.S., Browne, J, (1998 ), “The Extended Enterprise – a context for manufacturing” International Journal of Production Planning and Control, 9(3), 3-13.

12. Lange, Danny B. and Mitsuru Oshima, . (1998), “Programming and Deploying Java Mobile Agents with Aglets, Addison-Wesley.

13. Lange, Danny and M. Oshima, (1999), “Seven good reasons for mobile agents”. Communications of the ACM 42 p. 88-89.

14. Lee Y.J, Kim. H and Han, S.B, (1999), “Web enabled featured based modelling in a distributed design environment”, Proceeding of DETC99 ASME Design Technical Conferences, Nevada, September.

15. Nicholas R. Jennings and Michael J. Wooldridge, (1998), “Agent Technology: Foundations, Applications and Markets”, Springer Verlag.

16. Nicholas R. Jennings, Katia Sycara, Michael Wooldridge, (1998), “A Roadmap of Agent Research and Development,” Journal of Autonomous Agents and Multi-Agent Systems.

17. Norrie, D.H, Wang, L, Balasubramaniam, S, (1998), “Agent-based Intelligent Control System Design for Real time Distributed Manufacturing Environment”, Agent-based Manufacturing Workshop – Autonomous Agent, Minneapolis.

18. Ozgur, U, Anlagan, O, (2000), “Design and Implementation of an Agent-based Shop Floor Control System Using Window-DNA”, http://www.me.metu.edu.tr/papers/ijcimpaper.pdf

19. Papastavrou, S, Samaras, G, Pittoura, E, (2000), “Mobile Agents for World Wide Web Distributed Database Acces”, IEEE Transactions On Knoledge and data Engineering, Vol 12, No 5 September.

20. Pariaman H, (2002), “Integrasi Penjadwalan Produksi dan Pemesanan Material Pada Extended Enterprise Berbasis Web”, Tesis S2 Teknik dan Manajemen Industri, ITB, Bandung.

21. Parunak, V, VanderBok, R, (1998), “Modelling The Extended Supply Network”, Paper of Industrial Technology Institute.

22. Swaminathan, J.M, Smith, S.F, Sadeh, N.M, (1998), “Modelling Supply Chain Dynamics : A Multi Agents Approach”, Decision Sciences Volume 29 Number 3 Summer.

23. Shen, W and Norie, D. H, (1999), “An Agent-based Approach for Manucfakturing Enterprise Integration and Supply Chain Management”, In Jacucci, G. (ed.), Globalization of Manufacturing in the Digital Communications Era of the 21st Century: Innovation, Agility and the Virtual Enterprise, Kluwer Academic Publisher, pp. 579-590

24. Shen, W and Norie, D. H, (1999), “Implementing Internert Enabled Virtual Enterprise Using Collaborative Agent”, Agent-based Manufacturing Workshop – Autonomous Agent, Minneapolis.

25. Verwijmeren, M.A.A.P., (1998), “Networked Inventory Management by Distributed Object TechnologyKoninklijke KPN NV, KPN Research, Leidschendam, The Netherlands.

26. Westwood, J.B., (1999), “Retail inventory movement – a case study in rasionalisation” International Journal of Physical Distribution and Logistica Management, Vol 29 No. 7/8, pp. 444-452, MCB University Press.

27. Wooldridge, M.J., Jennings, N.R, (1999), “Software Engineering with Agents: Pitfalls and Pratfalls, IEEE Internet Computing, Vol. 3, No. 3, May/June 1999, pp. 20-27 (Journal Paper).

28. Wu, J, Ulieru, M, Norrie, D.H, (2001), “SC-Web-CS : Suuply Chain Web-Centric System”, white paper http://www.ucalgary.ac.ca/research/agent/sc-web.pdf.

29. Xu, Q, Qiu, R, Russel, D, (2000), “Shoop Floor Decision Support Systems Using Multi-Agentd” Management School, University of Shanghai Science and Technology.

About muhal

Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FT UNY

Posted on March 26, 2007, in Teknologi, tips & trik, Tutorial Praktis and tagged , , . Bookmark the permalink. 6 Comments.

  1. Karena blog ini masih dalam status unsuspend oleh WordPress jadi maaf gak bisa update…
    Sementara pindah ke http://elektro.uny.ac.id/muhal

  2. Salam,
    Saya tertarik dengan artikel Bapak. Untuk mendukung pemahaman saya yang masih belum memadai, apakah Bapak berkenan untuk membantu saya lebih jauh lagi melalui email.
    Itu saja untuk yang pertama ini
    Terima kasih.

  3. Ass! Trim’s atas info dan artikelnya. Tapi pak, kapan bisa update? Please usahkeun! Waslm, Yana:Rancabungur-Bandung

  4. Thank’s atas artikelnya pak. Tapi kalau boleh, kapan bisa berikan artikel yang lengkap menggunakan php mengenai agent pemasaran rumah (tempat tinggal) berbasis web. pak bisa langsung kirim di email aku aja boleh? Thank’s b4.
    manado-sulawesi utara

  5. pak, punya buku “Programming and Deploying Java Mobile Agents with Aglets” tak???
    kalo ada saya minta dunk.
    terimakasih

  6. Untuk LimaCM : Ada Buku-nya kala mau pinjam datang aja ke Kantor…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: