Orang Tua


Muhamad Ali dilahirkan dari pasangan keluarga sederhana yaitu

Ayah : H. Abdulbari(Alm)

Ibu    : Hj. Siti Muzaemah (Alm)

Hj. Abdulbari lahir dari pasangan H. Mukri dan Hj. Kasturi. Ayah saya adalah seorang petani yang berasal dari Desa Rowo Cacing Kedungwuni Kabupaten Pekalongan yang kemudian beralih profesi menjadi pedagang hewan ternak. Setelah malang melintang dalam dunia dagang, Pada perjalanannya karena dinamika ekonomi di daerah dan sepinya perdagangan hewan ternak pada masa itu memaksa ayah saya beralih menjadi pedagang di pasar. Bersama dengan Ibu saya, mereka merintis usaha kecil dagang di pasar yang menjual kebutuhan hidup sehari-hari.

Ibu saya berasal dari keluarga sederhana di Kedungwuni yang hidupnya penuh perjuangan. Beliau lahir dari pasangan Rapii dan Supinah yang hidup pada jaman penjajahan Belanda. Mulai kecil, Beliau sudah diajarkan oleh orang tua untuk hidup mandiri karena kondisi ekonomi pada jaman itu yang memaksa untuk dapat bertahan hidup. Kalo pada jaman sekarang anak-anak bersekolah dengan riang, tidak demikian dengan Ibu saya. Beliau sudah hanya menamatkan pendidikan sampai Sekolah Rakyat atau Setara dengan SD di jaman sekarang. Kondisi ekonomi dan politik pada jaman itu memaksa Ibu saya harus membantu orang tuanya untuk berjualan kue dan makanan kecil agar dapat menyambung hidup keluarga. Keluarga Ibu merupakan salah satu yang menjadi target Pemerintah Belanda pada masa sebelum dan setelah kemerdekaan, sehingga keluarga Ibu selalu hidup dengan penuh kecemasan jika ada pasukan Belanda datang ke desa Kami.

Sekarang, kedua orang tua Kami sudah meninggal dunia, Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roojiun, semoga amal baik Ibu dan Ayah Kami diterima di sisi Allah SWT dan segala dosa dan kesalahannya diampuni.

Apabila semasa hidupnya kedua orang tua Kami mempunyai kesalahan kepada masyarakat, Kami sekeluarga mohon maaf yang sebesar-besarnya, dan apabila dalam hidupnya kedua orang tua Kami mempunyai hutang piutang yang belum dilunasi, silahkan menghubungi Kami untuk menyelesaikan segala permasalahan dunia sebagai ahli warisnnya.

%d bloggers like this: